KUMPULAN KATA-KATA MOTIVASI
KUMPULAN KATA-KATA MOTIVASI DARI ORANG-ORANG YANG PENUH MOTIVASI
Berikut adalah kata-kata motivasi yang saya pungut dari tulisan-tulisan di sticker yang nempel di pantat Angkutan Umum yang bau knalpotnya nauzubillah. Dan sang pembuat sticker menyomot kata-kata itu dari berbagai sumber. Orang-orang yang saya sebut penuh motivasi, bisa datang dari komunitas manapun. Yang jelas mereka adalah orang-orang hebat. (Phytagoras, Albert Einstein, Khalil Gibran, sampai dengan Jimi Hendrix- Gitaris Rock ).
Kata-kata Motivasi: Pythagoras
Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.
Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, “Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.”
Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.
Janganlah sekali-sekali engkau mempercayai kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba juga.
Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.
Jangan membanggakan apa yang telah engkau lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan diberikan hari esok.
Kata-kata motivasi: GW Von Leibnitz, Matematikawan-Penemu Kalkulus
“Mencintai artinya berbagi kebahagiaan demi kebahagiaan orang yang kita cintai.”
Ivan Panin, Matematikawan Rusia (1855-1942)
“Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima.”
Kata-kata motivasi: Sokrates
Sokrates dicela karena makan terlalu sedikit, maka dia menjawab,”Aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.”
Diceritakan kepada Sokrates, “Penduduk kota menertawaimu.” Dia menjawab, “Semoga tawa mereka itu semakin menyempurnakan diriku.”
Ada seorang raja yang berkata kepada Sokrates,”Apa yang membuatmu tidak mau menghadapku padahal engkau adalah budakku?” Sokrates menjawab,”Jika engkau jujur kepada dirimu, engkau pasti mengerti bahwa aku bukanlah budakmu.” Raja bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Sokrates menjawab, “Pernahkah engkau mengetahui bahwa diriku melakukan sesuatu atas dasar dorongan nafsu dan marah?” Raja menjawab, “Tidak.” Sokrates bertanya lagi, “Pernahkah engkau begitu?” Raja itu menjawab, “Pernah.” Sokrates berkata, “Saya menguasai nafsu dan marah, sementara keduanya menguasaimu. Jadi engkau adalah Budak dari budakku.”
Lalat mencari dan menempel pada tempat-tempat kotor dan menjauhi tempat-tempat yang sehat. Begitu juga orang-orang yang jahat. Mereka mencari kejelekan-kejelekan orang lain lalu menyebarkannya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikan orang lain dan tidak mau menyebutkannya.
Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata nista.
Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.
Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkannya.
Siapa orang yang paling rendah derajatnya? Sokrates menjawab, “Orang yang tidak percaya pada siapa pun dan tidak dipercaya oleh siapa pun.” Dan siapakah orang yang paling nista? Sokrates menjawab,”Orang yang dimintai maaf tapi tidak mau memaafkan.”
Jika orang yang tidak tahu tidak berbicara, maka perselisihan pasti hilang.
Kesejahteraan memberikan peringatan, bencana memberikan nasihat.
Mengapa engkau tidak mengkhwatirkan matamu yang terlalu banyak membaca? Sokrates menjawab,”Jika aku dapat menyelamatkan mata hatiku, maka aku tidak akan mempedulikan sakit mataku.”
Sokrates melihat seseorang sedang memukuli pembantunya dengan penuh kemarahan. Sokrates bertanya pada orang itu,”Mengapa engkau memukulinya? Orang itu menjawab,”Dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar.” Sokrates berkata, “Jika semua orang yang telah engkau perlakukan dengan salah engkau ijinkan untuk menghukum dirimu, pasti engkau akan segera meninggalkan kezaliman ini.”
Orang yang takjub kepada dirinya sendiri, dia melihat di dalam dirinya sesuatu yang lebih indah dari kenyataannya -walaupun sebenarnya dia sangat lemah lalu dia bergembira karenanya.
Kata-kata motivasi: Thales
Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan.
Setelah menua, Thales ditanya tentang keadaannya. Dia menjawab, “Beginilah, aku mati secara perlahan-lahan.”
Georges Simenon-Pencipta Karakter Detektif Fiksi Inspektur Maigret
“Saya mencintai kehidupan, tetapi saya tidak takut akan kematian. Betapapun, sebisa mungkin saya lebih suka meninggal paling belakangan.”
Bunda Teresa Pelayan Kaum Miskin di Calcuta, India
Setiap kita tersenyum kepada seseorang, tindakan tersebut merupakan perwujudan dari kasih, anugerah bagi orang itu, dan sesuatu yang sangat indah.”
Lawrence G Lovasik, Motivator dan Konselor Kerohanian Amerika Serikat
“Kata-kata yang baik memiliki daya kreatif, kekuatan yang membangun hal-hal mulia, dan energi yang menyiramkan berkat-berkat kepada dunia.”
Mahatma Gandhi (1869-1948), Pemimpin Besar India
“Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak.”
Begitulah cinta, ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…
Fyodor Dostoyevsky (1821-1881)
“Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita–kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.”
` Kahlil Gibran (1883-1931), Pujangga
“Kecantikan bukan berada pada raut wajah, dia terpancar bagai serunai sinar dari dalam hati.”
Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab,
mencintai hidup dan pekerjaannya
Bekerja dengan rasa cinta berarti melebur diri dengan jiwa sendiri,diri orang lain juga Tuhan
Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah ‘Ibu’ dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam.
Jika Anda tak dapat memahami teman dalam semua keadaan,maka Anda tak akan pernah dapat memahaminya sampai kapanpun
Kerja adalah wujud nyata cinta. Jika kita tak dapat bekerja dengan kecintaan namun hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu,lalu duduklah di gerbang rumah ibadah untuk menerima derma dari mereka yang bekerja dengan suka cita.
Selalu ada keindahan dalam setiap masalah.Itu adalah salah satu cara kita belajar
Kecantikan bukan di wajah,melainkan cahaya yang keluar dari dalam hati
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati, satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar
Nora Roberts, Novelis Cinta AS
“Cinta dan keajaiban memiliki persamaan besar. Keduanya memperkaya jiwa dan mencerahkan hati.”
Leo Buscaglia (1924-1998), Sastrawan AS
“Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku.”
George S Patton (1885-1945) Jenderal AS di Perang Dunia I dan II
Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan.”
Fyodor Dostoyevsky (1821-1881), Novelis Rusia
“Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita–kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.”
Abraham Lincoln (1809-1865), Presiden AS ke-19
“Hampir semua pria memang mampu bertahan menghadapi kesulitan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan.”
Charles R Swindoll, Penulis AS
“Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Kita tak bisa mengubah sesuatu yang tak bisa dihindari. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah berpegang pada tali yang kita punya. Dan itu adalah perilaku yang benar.”
Cicero, Filsuf-Negarawan Masa Romawi
“Suatu nasihat dinilai dari hasil, bukan dari niat.”
Jack Canfield, Penulis Seri Buku Laris Chicken Soup for the Soul
“Hanya ada dua kata yang menuntun Anda pada kesuksesan. Kata-kata itu adalah “ya” dan “tidak.” Tidak diragukan, Anda telah sangat ahli untuk berkata “ya.” Sekarang, berlatihlah berkata “tidak.”Cita-cita Anda bergantung padanya.
Charles Lamb, Sastrawan Inggris
Tak ada yang menyambut satu Januari dengan apatis. Karena hari tu adalah awal dari semua hari menjelang dengan penuh harapan, suatu momen melepas masa yang telah ditinggalkan.”
Sidonie Gabrielle, Sastrawan Prancis (1873-1954)
“Berbahagialah selalu. Karena itu adalah salah satu cara menjadi bijaksana.”
Henri Bergson, Filsuf Prancis (1859-1941)
“Bertahan hidup artinya selalu siap untuk berubah; karena perubahan adalah jalan menuju kedewasaan. Dan kedewasaan adalah sikap untuk selalu mengembangkan kualitas pribadi tanpa henti.”
Li Ka Shing, Milyuner Hongkong
“Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita. Ia selalu membangkitkan daya dan kesinambungan hidup; Ia membuat kita memandang masa depan dan memberi kerangka tentang apa yang belum kita ketahui.”
Ken Blanchard,Pebisnis-Konsultan
“Di masa lalu, pemimpin adalah bos. Namun kini, pemimpin harus menjadi partner bagi mereka yang dipimpin. Pemimpin tak lagi bisa memimpin hanya berdasarkan kekuasaan struktural belaka.”
Benjamin Disraeli, Mantan PM Inggris-Novelis
“Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran.”
Henry Wadsworth Longfellow, Pujangga AS (1807-1882)
“Di tiap jengkal kehidupan, sang hujan memang harus tercurahkan.
Kadang hari-hari memang harus dilalui dalam selingkup awan kelabu dan kedukaan.”
Napoleon Hill,Sastrawan AS (1883-1970)
Kurangnya loyalitas dalam hal apa pun seringkali menjadi salah satu penyebab
utama kegagalan pada perjalanan hidup kita.
Prof Charles Handy, Filsuf
“Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar. Dan, kita semua mampu melakukannya jika berkehendak.”
Anaxagoras, Filsuf Yunani
“Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat.”
Paul Valery, Pujangga Prancis (1875-1941)
“Kadang kala, justru keputusan kecil yang akan mampu merubah hidup kita selamanya.” Keri Russell, Aktris “Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian Anda adalah bangun dan bangkit dari tempat tidur.”
Mohandas Gandhi
“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus.
Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh.”
Minoo Javan, Selebriti-Penyanyi
“Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban. Namun keajaiban kadang kala
justru hanya sebuah ilusi.”
Baruch Spinoza, Filsuf (1632-1677)
“Perdamaian bukanlah berarti ketidakhadiran peperangan semata; Namun, ia adalah sebuah nilai-setonggak karakter kebaikan, kepercayaan, dan keadilan sejati.”
Martin Luther King Jr,Aktivis HAM AS
“Jika seseorang belum menemukan sesuatu untuk diperjuangkan hingga akhir hayatnya,
maka kehidupannya tidak berharga.”
Art Buchwald,Kolumnis Peraih Hadiah Pulitzer
“Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan.”
Judy Garland, Aktris Hollywood (1922-1969)
“Karena bukan di telingaku kau membisik, namun di hatiku.
Karena bukan di bibirku kau mengecup, namun di jiwaku.”
Jimi Hendrix, Gitaris Rock AS
“Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian.”
Helen Keller, Penulis Tuna Wicara-Netra AS (1880-1968)
“Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati.”
Bruce Lee, Aktor Laga Kungfu
“Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah. Jadilah bambu yang mampu bertahan
melengkung melawan terpaan angin.”
Thomas Babington, Politisi-Sejarahwan
“Bukti tertinggi pencapaian sebuah nilai adalah memiliki kekuasaan
tak terbatas namun tanpa menyalahgunakannya.” ()
Maha Guru Ching Hai
Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai kecuali kita dapat berhubungan dengan
Sumber kedamaian yang yang ada di dalam diri kita. Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar,kamu tidak akan pernah menemukannya.
()
George Bernard Shaw
Pengetahuan ada dua macam :yang telah kita ketahui dengan sendirinya atau
yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapatkan. ()
Thomas Fuller
Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain,sama saja dengan orang yang memutuskan
jembatan yang harus dilaluinya,karena semua orang perlu di maafkan. ()
Clarence Darrow
Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan.Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.
Kebebasan itu berasal dari manusia,tidak dari undang-undang atau institusi. ()
Natalie Portman, aktris
Anda belum bisa dibilang kaya sampai Anda memiliki sesuatu yang tidak dapat dibeli uang. ()
Saya tidak mengetahui kunci menuju kesuksesan,tetapi kunci menuju kegagalan
adalah berusaha untuk menyenangkan semua orang
Wynona Rider, aktris
Uang tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan perasaan sakit dan kebingungan. ()
Benjamin Franklin
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. ()
Cher
Kalau rumput dapat tumbuh melalui semen,cinta dapat ditemukan setiap saat dalam hidup Anda. ()
Natalie Portman, aktris
Pada saat-saat tertentu,seringkali sebaiknya kita bergantung pada intuisi. ()
Johann Joachim Winckelmann
Kesatuan dan kesederhanaan adalah dua sumber kecantikan sejati.
()
Rasa sakit akan memudar,tetapi kecantikan sejati akan abadi (Pierre Auguste Renoir)
Cinta sejati tidak datang kepadamu,tetapi harus datang dari dalam dirimu.
(Julia Roberts, aktris)
Anda tidak akan pernah salah selama selalu berpegang pada kebenaran.
(Sharon Stone, aktris)
“Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian.” Henry Van Dyke, Pujangga AS
“Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup.”
Tony Buzan, Penemu Metode Mind Mapping
Cinta monyet: “Aku mencintai karena aku dicintai”.
Cinta sejati: “Aku dicintai karena aku mencintai.”
Cinta monyet: “Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu.”
Cinta sejati: “Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu.”
Erich Fromm, Pakar Sosiologis-Psikologi Sosial Filsuf Humanis
“Di tiap musibah yang menimpa Anda, ingatlah untuk bercermin
dan bertanya tentang daya apa yang bisa Anda upayakan guna menarik
pelajaran positif dari kejadian itu.” (Epictetus, Filsuf Yunani)
“Dunia bergerak begitu cepat sekarang. Saat seseorang berkata sesuatu tak bisa dilakukan, sesungguhnya dia sudah diinterupsi orang yang telah dapat melakukannya.” Elbert Hubbard (1856-1915), penulis, penerbit, filsuf AS
Thomas J. Watson
Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang.
Henry Ford
Bila Anda berpikir Anda bisa,maka Anda benar. Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa.
Alexander Graham Bell
Konsentrasikan pikiran Anda pada sesuatu yang Anda lakukan Karena sinar matahari juga tidak dapat membakar sebelum difokuskan.
Bhagavad Gita
Manusia dibentuk dari keyakinannya. Apa yang ia yakini, itulah dia.
Jack Trout
Bekerja lebih keras tidak lebih efektif dari bekerja lebih pintar.
Thomas Stanley
Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat.
Albert Einstein
Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.
Walt Disney
Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannya.
Eleanor Roosevelt
Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka.
Peter F. Drucker
Cara terbaik meramalkan masa depan Anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri.
Mahatma Gandhi
Kita harus menjadi perubahan yang ingin kita lihat di dunia.
Peter F. Drucker
Dalam setiap kisah sukses, Anda akan menemukan seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani.
George S. Patton
Kesalahan terbesar adalah tidak pernah membuat keputusan. Setiap perawan tua sepakat dengan saya.
Jack Trout
Tidak seorang pun akan mengikuti Anda jika Anda tidak tahu kemana harus melangkah.
Promod Brata
Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.
E. Nightingale
Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam situasi apapun.
Henry Ford
Salah satu penemuan terbesar umat manusia adalah bahwa mereka bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka sangka tidak bisa dilakukan.
Henry Ford
Apabila kita takut gagal, itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita.
Andrew Carnegie
Biasakanlah untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan Anda.
Robyn Allan
Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba.
Bill Clinton
Tidak ada jaminan kesuksesan, namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan.
Henry James
Anda takkan tahu apa yang tak dapat Anda lakukan, sampai Anda mencobanya.
Eugenio Barba
Kegagalan hanya situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam makna positif. Ingat, Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total sebab Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.
Thomas A. Edison
Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan sukses tapi sayangnya, mereka kemudian menyerah.
Charles Noble
Anda harus memiliki tujuan jangka panjang agar tidak frustasi terhadap kegagalan jangka pendek.
Robert J. Lumsden
Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan Anda dalam kehidupan adalah dengan menghitung jumlah orang yang telah Anda buat bahagia.
Beberapa Pendapat dari teman milis di “puskur@yahoogroup.com”
Berikut ini beberapa pendapat tentang UAN/UN dari teman-teman milis di “puskur@yahoogroup.com”
UN ulang yang diwacanakan BNSP menjadi tragedi pendidikan yang mencoreng dunia pendidikan kita!
Wakil Presiden Yusuf Kalla saat menjadi Menko Kesra pernah melemparkan pernyataan bahwa korupsi terbesar di negeri ini justru dilakukan oleh kalangan pendidik. Pernyataan itu di lemparkan di hadapan para peserta Rakernas Perguruan Tinggi se Indonesia di Yogyakarta pada Kamis, 27 Maret 2003. Korupsi dunia pendidikan itu berbentuk pengatrolan nilai dari oknum pendidik, untuk meluluskan peserta didiknya. Yusuf Kalla mengatakan, selama ini kalangan pendidik akan sangat bangga jika anak didiknya dapat lulus 100%. “Akibatnya sangat buruk, anak-anak menjadi merasa bahwa belajar itu tidak perlu.” Dia menjelaskan, sekarang ini kalangan pejabat, termasuk mereka yang duduk di dunia pendidikan, harus bisa tegas tidak meluluskan anak yang tidak pantas untuk naik kelas atau tidak pantas lulus karena nilainya memang kurang mencukupi. “Bahkan perlu kita menertawakan sekolah-sekolah yang masih bangga dengan keberhasilannya meluluskan 100% anak didiknya.” Pengatrolan nilai demi angka kelulusan semacam ini harus segera dihilangkan. Sebab menurut Kalla, hal ini akan berakibat fatal, yaitu pembodohan dan menimbulkan kemalasan peserta didik. Pernyataan tersebut diulang kembali oleh Kalla dalam seminar yang dilaksanakan oleh PB PGRI pada Nopember 2008.
Setelah menjadi Wapres Yusuf Kalla berhasil mewujudkan impiannya melalui peraturan pemerintah yang menjadikan Ujian Nasional sebagai salah satu yang menentukan kelulusan peserta didik. Melalui ketentuan nilai minimum UN untuk kelulusan dan berbagai aturan lain memaksa sekolah untuk tidak melakukan pengatrolan nilai dan kelulusan 100%. Namun keberhasilan beliau memaksa sekolah menghentikan pengatrolan nilai peserta didiknya tidak sepenuhnya bisa menghilangkan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional, bahkan kecurangan dilakukan secara sistimatis mulai dari panitia tingkat sekolah sampai tingkat provinsi.
Divisi Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan, mengungkapkan berbagai modus operandi kecurangan dalam pelaksanaan UN (kompas, 18 April 2009). Menurut hasil pengamatan ICW modus operandi yang dilakukan berupa: membocorkan soal, memberikan kunci jawaban pada siswa melalui SMS atau dalam kertas yang disimpan di tempat tertentu, seperti WC; mengganti jawaban siswa atau meminta siswa untuk mengosongkan jawaban yang sulit dan tim sukses yang dibentuk sekolah mengisinya sampai mark up nilai oleh panitia tingkat provinsi. Bentuk lain adalah kerjasama panitia dengan pengawas, panitia meminta pengawasan dilonggarkan dan siswa dibiarkan saling mencontek (Kompas, 16 April 2007). Beberapa kecurangan dalam UN yang terungkap ke media memperkuat sinyalemen ICW tersebut, seperti kecurangan yang diungkap Komunitas Airmata Guru di Medan, penangkapan guru yang sedang mengganti jawaban siswa oleh Densus 88 di Sumatera Utara, pengakuan siswa SMP di Garut dan beberapa peristiwa lainnya yang terungkap di media masa atau yang beredar di kalangan guru dan masyarakat.
Terjadinya tindak kecurangan dalam pelaksanaan UN dikarenakan para pelaku berorientasi pada tujuan jangka pendek dengan mengabaikan tujuan mulia pendidikan. Tindakan kecurangan sebagian dilakukan karena ingin meningkatkan gengsi sekolah atau daerah. Ada juga yang dilakukan dengan alasan kemanusiaan, yaitu untuk membantu siswa mendapatkan ijazah. Alasan ini biasanya terjadi pada sekolah-sekolah yang tingkat ekonomi siswanya kalangan bawah. Mereka berkata bahwa siswa sekolahnya tidak mungkin melanjutkan ke pendidikan tinggi, mereka hanya sekedar membantu agar mendapat ijazah yang bisa digunakan untuk mencari kerja. Alasan lain adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pusat yang tidak adil dalam kelulusan. Siswa yang belajar selama 3 tahun hanya ditentukan kelulusannya dalam beberapa hari oleh beberapa mata pelajaran, sementara sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang dimiliki sekolah tidak sama di setiap daerah.
Kalau dilihat dari alasan terjadinya kecurangan dalam UN sebenarnya baik dan mulia. Bukankah meningkatkan gengsi sekolah atau pendidikan daerah merupakan kewajiban seluruh unsur sekolah atau pejabat bidang pendidikan, dan membantu siswa untuk mempunyai ijazah agar bisa bekerja merupakan tujuan mulia?. Terjadi ketidak adilan dalam UN adalah fakta. Proses belajar selama 3 tahun hanya ditentukan nasibnya dalam tiga hari dan beberapa mata pelajaran adalah suatu tindakan tidak adil. Memang pemerintah mengatakan bahwa semua mata pelajaran menentukan kelulusan, namun fakta yang ada hanya mata pelajaran yang di UN-kan saja yang dijadikan patokan untuk menentukan kelulusan. Ketidak adilan dirasakan ketika seorang siswa yang prestasi belajar sehari-harinya bagus, namun karena suatu kondisi pada saat UN, seperti gangguan fisik atau psikologis membuat dia tidak lulus. Begitu pula dengan ketidak merataan sarana pendidikan di setiap sekolah. Alasan yang dikemukakan oleh guru-guru yang ditangkap Densus 88 di Sumatera Utara bahwa sekolah mereka tidak memiliki sarana utnuk belajar bahasa inggris dan akses untuk belajar bahasa inggris, seperti kursus bahasa inggris tidak tersedia, sehingga siswa mereka tidak mampu mengikuti tes bahasa inggris.
Namun tujuan yang baik ketika pencapaian tujuan itu dilakukan dengan cara yang salah, bertentangan dengan tujuan pendidikan, bahkan merusak tujuan pendidikan, maka sesungguhnya yang dilakukan merupakan penghancuran makna hakiki pendidikan bahkan merusak sendi-sendi kehidupan. Fungsi ideal pendidikan adalah sebagai benteng kebenaran, tempat mengajarkan kebenaran dan melahirkan orang-orang yang menjungjung tinggi kebenaran dirusak oleh tujuan sesaat, oleh suatu tindakan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Bahkan lebih dari itu, disadari atau tidak, bahwa tindakan kecurangan dalam UN dengan melibatkan siswa seperti memberi bocoran soal, memberi kunci jawaban, meminta siswa untuk mengosongkan LJK dan kemudian diisi atau mengganti jawaban siswa adalah sebuah pelajaran pada siswa untuk berperilaku korup, sebuah pelajaran korupsi di sekolah.
Definisi dari korupsi menurut Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) adalah perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Pengertian lain menurut MTI adalah perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan. Dalam tindakan korupsi terdapat unsur-unsur kebohongan, ketidak jujuran, kecurangan, menghalalkan segala cara, penyalahgunakan wewenang dan kekayaan. Semua tindakan yang mengandung unsur-unsur tersebut bertujuan untuk mendapat keuntungan pribadi atau golongan.
Tindakan kecurangan pada pelaksanaan UN yang dilakukan oleh sekolah atau oknum guru dengan melibatkan siswa, disadari atau tidak, merupakan suatu tindakan yang mengajarkan pada siswa unsur-unsur perilaku korup. Tindakan membocorkan soal, memberikan kunci jawaban kepada siswa, mengganti jawaban siswa atau mengisi lembar jawaban siswa yang dilakukan oleh oknum guru atau sekolah merupakan suatu pembelajaran perilaku korup pada siswa. Tanpa disadari oleh sekolah atau guru mereka telah mengajarkan pada siswa peserta UN untuk melakukan kebohongan, ketidak jujuran, kecurangan, menghalalkan segala cara dan menyalah gunakan kekuasaan/wewenang. Jika tindakan itu melibatkan unsur uang, maka mereka telah mengajarkan pada siswa perilaku suap dan kolusi. Ini merupakan suatu investasi jangka pamjang yang buruk untuk bangsa ini.
Korupsi merupakan masalah akut yang sudah sangat mengakar di negeri ini. Pengumuman hasil survei perusahaan konsultan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong pada tanggal 8 April 2009 yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia (Kompas, 10 April 2009), menunjukan betapa parahnya korupsi di negeri ini dan sangat sulit diberantas. Kondisi ini ditambah dengan perilaku sebagian sekolah dan oknum guru yang tanpa disadari telah mengajarkan korupsi kepada siswa melalui kecurangan pada UN atau pada proses penerimaan siswa baru untuk sekolah negeri, membuat masa depan pemberantasan korupsi semakin mengkhawatirkan dan negeri ini semakin mengenaskan.
Selain sebagai pelajaran korupsi bagi siswa, kecurangan dalam UN yang dilakukan oleh sekolah atau oknum guru juga memberikan dampak negatif bagi pendidikan, khususnya sekolah. Sama dengan efek negatif pengatrolan nilai yang diungkapkan Yusuf Kalla di atas, kecurangan dalam UN yang dilakukan sekolah membuat siswa di bawahnya malas belajar. Disamping itu tatanan yang dibangun sekolah, seperti kejujuran, disiplin, dan kerja keras menjadi rusak. Kredibilitas sekolahpun dimata siswa dan masyarakat menjadi rusak, karena siswa yang diuntungkan oleh kecurangan itu tetap akan bicara tentang kecurangan di sekolahnya tersebut pada orangtua, saudara atau temen-temannya, sehingga kecurangan itupun paa akhrinya diketahui juga oleh masyarakat.
www.gurutisna.wordpress.com
Salam,
Saya sangat yakin seyakin yakinnya bahwa hampir tidak ada sekolahan yang tidak punya tim sukses saat UN. Khususnya, yang saya ketahui sendiri adalah di kab Lamongan Jatim. Hampir semua sekolah punya tim itu. Dan hal ini sudah diketahui oleh pihak diknas kabupaten. Artinya ini rahasia umum yang saling menjaga agar tetap berjalan kecurangan ini.
Praktek praktek buruk, curang, jelek, bohong ini anak anakpun tau. Yang patut kita prihatin adalah bagaimana otak dan pikiran anak anak didik kita jika ini terus berlangsung ke depan ? Bukankah ini sebuah keniscayaan untuk di hentikan ?
Makanya tolak UN. Mari kita cari format lain UN. Tentunya format ini yang mengajarkan kejujuran, keterbukaan dan kaidah kaidah pendidikan yang mulia ini.
Salam
Gus Naim
Sebenarnya sistem yang diterapkan sangat baik. Artinya kita bisa mengetahui sampai dimana mutu pendidikan kita. Sayangnya, hal ini tidak dilakukan dengan baik oleh yang melakukan sistem. Tidak hanya pendidikan, Anda bisa melihat semua sistem yang ada di Indonesia apakah dilakukan sebagaimana mestinya??.
Tidak usah bicara Lamongan yang curang dalam UN, hampir di seluruh negeri ini yang katanya mayoritas Muslim masih malu kepada sesama manusia. Mereka tidak malu atau takut kepada Yang Memberi Amanah: Allah.
Yang perlu diketahui lagi, sekarang ini bukan hanya tim sukses di masing-masing sekolah, tapi sudah sistematis…. sangat-sangat sistematis.
metodenya : Kepala2 Sekolah dikumpulkan kemudian diberikan pengarahan agar masing-masing sekolah mengirimkan pengawas yang lunak dan membiarkan siswa saling contek.
Yang sangat menjijikan adalah pengawas independen… Mereka yang notabene dibayar untuk mengawasi kecurangan yang terjadi malah santai berada di ruangan lain menunggu waktu ujian selesai. Andaikata jalan-jalan, itu hanya buat formalitas dan melancarkan peredaran darah karena terlalu banyak duduk.
Hal ini memang tidak semua dilakukan semua sekolah. Cuma kalau diprosentasi antara hasil UN Jujur dengan UN Curang adalah 85:15 %. Hebatnya lagi, pemerintah menaikkan gaji dan sertifikasi untuk para pahlawan-pahlawan curang itu.
Trisanti yang terhormat.
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, tolong dipelajari dan dibuktikan dengan data dan fakta yang akurat……….
Saya juga seoarang guru….
tetapi saya tidak melakukan yang seperti itu…..
Yang harus kita perhatikan adalah.kita mendidik siswa, anak bangsa, kita lakukan dengan sebaik baiknya, kita melaksanan tugas mengajar adalah sebuah pengapdian, sebuah ibadah, jadi apabila itu pengabdian dan ibadah lakukanlah segala sesuatu itu seperti untuk Allah bukan untuk manusia,,,,,,,,
Mari kita laksanakan tugas ini dengan baik dan jangan dinodai dengan perbuatan yang tercemar…….. maaf ini himbauan saja…….
yupz kayaknya mang begitu kondisi mental bangsa kita, masih suka merekayasa agar kelihatan baik meski tau qualitasnya ga baik,
jangan hanya UN tapi sertifikasi guru yg konon tujuannya mencari guru yg layak jd guru jg banyak terjadi rekayasa yg ga pantas dilakukan oleh guru, lha gurunya saja seperti itu ntar kan murid2nya jd lebih parah, truz menjadikan mental2 generasi mendatang yg hobi merekayasa dan ABS
yupz kayaknya mang begitu kondisi mental bangsa kita, masih suka merekayasa agar kelihatan baik meski tau qualitasnya ga baik,
jangan hanya UN tapi sertifikasi guru yg konon tujuannya mencari guru yg layak jd guru jg banyak terjadi rekayasa yg ga pantas dilakukan oleh guru, lha gurunya saja seperti itu ntar kan murid2nya jd lebih parah, truz menjadikan mental2 generasi mendatang yg hobi merekayasa dan ABS
yupz kayaknya mang begitu kondisi mental bangsa kita, masih suka merekayasa agar kelihatan baik meski tau qualitasnya ga baik,
jangan hanya UN tapi sertifikasi guru yg konon tujuannya mencari guru yg layak jd guru jg banyak terjadi rekayasa yg ga pantas dilakukan oleh guru, lha gurunya saja seperti itu ntar kan murid2nya jd lebih parah, truz menjadikan mental2 generasi mendatang yg hobi merekayasa dan ABS
SEKITAR SEKOLAH
BUAT KAMU YANG MAU TAU NOMOR INDUK SISWA NASIONAL LIHAT BERIKUT INI:
ZOOM IN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
KUMPULAN SOAL MTK SMA/SMK
KUMPULAN SOAL MTK SMA/SMK
INDAHNYA MATEMATIKA
0 x 9 + 0 = 0
1 x 9 + 1 = 10
12 x 9 + 2 = 110
123 x 9 + 3 = 1110
1234 x 9 + 4 = 11110
12345 x 9 + 5 = 111110
123456 x 9 + 6 = 1111110
1234567 x 9 + 7 = 11111110
12345678 x 9 + 8 = 111111110
123456789 x 9 + 9 = 1111111110
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Another Magic of Math
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
trus coba …
1 x 18 + 1 = 19
12 x 18 + 2 = 218
123 x 18 + 3 = 2217
1234 x 18 + 4 = 22216
12345 x 18 + 5 = 222215
123456 x 18 + 6 = 2222214
1234567 x 18 + 7 = 22222213
12345678 x 18 + 8 = 222222212
123456789 x 18 + 9 = 2222222211
Coba yg ini….
123456789 + 987654321 = 1111111110
1 x 142857 = 142857 (angka sama)
2 x 142857 = 285714 (angka sama beda urutan )
3 x 142857 = 428571 (angka sama beda ururan)
4 x 142857 = 571428 (angka sama beda urutan )
5 x 142857 = 714285 (angka sama beda urutan)
6 x 142857 = 857142 (angka sama beda urutan)
7 x 142857 = 999999 ( waw……suatu hasil yang Fantastis )
ada lagi lho…….udah tau belum? bilangan sembarang jika dikalikan 9 maka jumlah hasilnya = 9 kita buktikan…..
1 x 9 = 9
2 x 9 = 18, jumlah 1 + 8 = 9
3 x 9 = 27, jumlah 2 + 7 = 9
4 x 9 = 36, jumlah 3 + 6 = 9
dst. sampai tak terhingga
44 x 9 = 396
55 x 9 = 495
66 x 9 = 594
77 x 9 = 693
88 x 9 = 792
99 x 9 = 891
lalu bagaimana dengan 3 angka kembar ? sama aja tuch tinggal selipkan 99 ditengahnya cara cepat 2 x 9= 18, selipkan 99 ditengah
222 x 9 = 1998
333 x 9 = 2997
444 x 9 = 3996
555 x 9 = 4995
dst……. Silahkan Mencoba Sendiri
SEKALI LAGI TENTANG KONTROVERSI UAN DAN SOLUSINYA
ASAL MUASAL
Berikut ini beberapa pendapat tentang UAN/UN dari teman-teman milis di “puskur@yahoogroup.com”
UN ulang yang diwacanakan BNSP menjadi tragedi pendidikan yang mencoreng dunia pendidikan kita!
Wakil Presiden Yusuf Kalla saat menjadi Menko Kesra pernah melemparkan pernyataan bahwa korupsi terbesar di negeri ini justru dilakukan oleh kalangan pendidik. Pernyataan itu di lemparkan di hadapan para peserta Rakernas Perguruan Tinggi se Indonesia di Yogyakarta pada Kamis, 27 Maret 2003. Korupsi dunia pendidikan itu berbentuk pengatrolan nilai dari oknum pendidik, untuk meluluskan peserta didiknya. Yusuf Kalla mengatakan, selama ini kalangan pendidik akan sangat bangga jika anak didiknya dapat lulus 100%. “Akibatnya sangat buruk, anak-anak menjadi merasa bahwa belajar itu tidak perlu.” Dia menjelaskan, sekarang ini kalangan pejabat, termasuk mereka yang duduk di dunia pendidikan, harus bisa tegas tidak meluluskan anak yang tidak pantas untuk naik kelas atau tidak pantas lulus karena nilainya memang kurang mencukupi. “Bahkan perlu kita menertawakan sekolah-sekolah yang masih bangga dengan keberhasilannya meluluskan 100% anak didiknya.” Pengatrolan nilai demi angka kelulusan semacam ini harus segera dihilangkan. Sebab menurut Kalla, hal ini akan berakibat fatal, yaitu pembodohan dan menimbulkan kemalasan peserta didik. Pernyataan tersebut diulang kembali oleh Kalla dalam seminar yang dilaksanakan oleh PB PGRI pada Nopember 2008.
Setelah menjadi Wapres Yusuf Kalla berhasil mewujudkan impiannya melalui peraturan pemerintah yang menjadikan Ujian Nasional sebagai salah satu yang menentukan kelulusan peserta didik. Melalui ketentuan nilai minimum UN untuk kelulusan dan berbagai aturan lain memaksa sekolah untuk tidak melakukan pengatrolan nilai dan kelulusan 100%. Namun keberhasilan beliau memaksa sekolah menghentikan pengatrolan nilai peserta didiknya tidak sepenuhnya bisa menghilangkan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional, bahkan kecurangan dilakukan secara sistimatis mulai dari panitia tingkat sekolah sampai tingkat provinsi.
Divisi Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan, mengungkapkan berbagai modus operandi kecurangan dalam pelaksanaan UN (kompas, 18 April 2009). Menurut hasil pengamatan ICW modus operandi yang dilakukan berupa: membocorkan soal, memberikan kunci jawaban pada siswa melalui SMS atau dalam kertas yang disimpan di tempat tertentu, seperti WC; mengganti jawaban siswa atau meminta siswa untuk mengosongkan jawaban yang sulit dan tim sukses yang dibentuk sekolah mengisinya sampai mark up nilai oleh panitia tingkat provinsi. Bentuk lain adalah kerjasama panitia dengan pengawas, panitia meminta pengawasan dilonggarkan dan siswa dibiarkan saling mencontek (Kompas, 16 April 2007). Beberapa kecurangan dalam UN yang terungkap ke media memperkuat sinyalemen ICW tersebut, seperti kecurangan yang diungkap Komunitas Airmata Guru di Medan, penangkapan guru yang sedang mengganti jawaban siswa oleh Densus 88 di Sumatera Utara, pengakuan siswa SMP di Garut dan beberapa peristiwa lainnya yang terungkap di media masa atau yang beredar di kalangan guru dan masyarakat.
Terjadinya tindak kecurangan dalam pelaksanaan UN dikarenakan para pelaku berorientasi pada tujuan jangka pendek dengan mengabaikan tujuan mulia pendidikan. Tindakan kecurangan sebagian dilakukan karena ingin meningkatkan gengsi sekolah atau daerah. Ada juga yang dilakukan dengan alasan kemanusiaan, yaitu untuk membantu siswa mendapatkan ijazah. Alasan ini biasanya terjadi pada sekolah-sekolah yang tingkat ekonomi siswanya kalangan bawah. Mereka berkata bahwa siswa sekolahnya tidak mungkin melanjutkan ke pendidikan tinggi, mereka hanya sekedar membantu agar mendapat ijazah yang bisa digunakan untuk mencari kerja. Alasan lain adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pusat yang tidak adil dalam kelulusan. Siswa yang belajar selama 3 tahun hanya ditentukan kelulusannya dalam beberapa hari oleh beberapa mata pelajaran, sementara sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang dimiliki sekolah tidak sama di setiap daerah.
Kalau dilihat dari alasan terjadinya kecurangan dalam UN sebenarnya baik dan mulia. Bukankah meningkatkan gengsi sekolah atau pendidikan daerah merupakan kewajiban seluruh unsur sekolah atau pejabat bidang pendidikan, dan membantu siswa untuk mempunyai ijazah agar bisa bekerja merupakan tujuan mulia?. Terjadi ketidak adilan dalam UN adalah fakta. Proses belajar selama 3 tahun hanya ditentukan nasibnya dalam tiga hari dan beberapa mata pelajaran adalah suatu tindakan tidak adil. Memang pemerintah mengatakan bahwa semua mata pelajaran menentukan kelulusan, namun fakta yang ada hanya mata pelajaran yang di UN-kan saja yang dijadikan patokan untuk menentukan kelulusan. Ketidak adilan dirasakan ketika seorang siswa yang prestasi belajar sehari-harinya bagus, namun karena suatu kondisi pada saat UN, seperti gangguan fisik atau psikologis membuat dia tidak lulus. Begitu pula dengan ketidak merataan sarana pendidikan di setiap sekolah. Alasan yang dikemukakan oleh guru-guru yang ditangkap Densus 88 di Sumatera Utara bahwa sekolah mereka tidak memiliki sarana utnuk belajar bahasa inggris dan akses untuk belajar bahasa inggris, seperti kursus bahasa inggris tidak tersedia, sehingga siswa mereka tidak mampu mengikuti tes bahasa inggris.
Namun tujuan yang baik ketika pencapaian tujuan itu dilakukan dengan cara yang salah, bertentangan dengan tujuan pendidikan, bahkan merusak tujuan pendidikan, maka sesungguhnya yang dilakukan merupakan penghancuran makna hakiki pendidikan bahkan merusak sendi-sendi kehidupan. Fungsi ideal pendidikan adalah sebagai benteng kebenaran, tempat mengajarkan kebenaran dan melahirkan orang-orang yang menjungjung tinggi kebenaran dirusak oleh tujuan sesaat, oleh suatu tindakan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Bahkan lebih dari itu, disadari atau tidak, bahwa tindakan kecurangan dalam UN dengan melibatkan siswa seperti memberi bocoran soal, memberi kunci jawaban, meminta siswa untuk mengosongkan LJK dan kemudian diisi atau mengganti jawaban siswa adalah sebuah pelajaran pada siswa untuk berperilaku korup, sebuah pelajaran korupsi di sekolah.
Definisi dari korupsi menurut Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) adalah perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Pengertian lain menurut MTI adalah perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan. Dalam tindakan korupsi terdapat unsur-unsur kebohongan, ketidak jujuran, kecurangan, menghalalkan segala cara, penyalahgunakan wewenang dan kekayaan. Semua tindakan yang mengandung unsur-unsur tersebut bertujuan untuk mendapat keuntungan pribadi atau golongan.
Tindakan kecurangan pada pelaksanaan UN yang dilakukan oleh sekolah atau oknum guru dengan melibatkan siswa, disadari atau tidak, merupakan suatu tindakan yang mengajarkan pada siswa unsur-unsur perilaku korup. Tindakan membocorkan soal, memberikan kunci jawaban kepada siswa, mengganti jawaban siswa atau mengisi lembar jawaban siswa yang dilakukan oleh oknum guru atau sekolah merupakan suatu pembelajaran perilaku korup pada siswa. Tanpa disadari oleh sekolah atau guru mereka telah mengajarkan pada siswa peserta UN untuk melakukan kebohongan, ketidak jujuran, kecurangan, menghalalkan segala cara dan menyalah gunakan kekuasaan/wewenang. Jika tindakan itu melibatkan unsur uang, maka mereka telah mengajarkan pada siswa perilaku suap dan kolusi. Ini merupakan suatu investasi jangka pamjang yang buruk untuk bangsa ini.
Korupsi merupakan masalah akut yang sudah sangat mengakar di negeri ini. Pengumuman hasil survei perusahaan konsultan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong pada tanggal 8 April 2009 yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia (Kompas, 10 April 2009), menunjukan betapa parahnya korupsi di negeri ini dan sangat sulit diberantas. Kondisi ini ditambah dengan perilaku sebagian sekolah dan oknum guru yang tanpa disadari telah mengajarkan korupsi kepada siswa melalui kecurangan pada UN atau pada proses penerimaan siswa baru untuk sekolah negeri, membuat masa depan pemberantasan korupsi semakin mengkhawatirkan dan negeri ini semakin mengenaskan.
Selain sebagai pelajaran korupsi bagi siswa, kecurangan dalam UN yang dilakukan oleh sekolah atau oknum guru juga memberikan dampak negatif bagi pendidikan, khususnya sekolah. Sama dengan efek negatif pengatrolan nilai yang diungkapkan Yusuf Kalla di atas, kecurangan dalam UN yang dilakukan sekolah membuat siswa di bawahnya malas belajar. Disamping itu tatanan yang dibangun sekolah, seperti kejujuran, disiplin, dan kerja keras menjadi rusak. Kredibilitas sekolahpun dimata siswa dan masyarakat menjadi rusak, karena siswa yang diuntungkan oleh kecurangan itu tetap akan bicara tentang kecurangan di sekolahnya tersebut pada orangtua, saudara atau temen-temannya, sehingga kecurangan itupun paa akhrinya diketahui juga oleh masyarakat.
www.gurutisna.wordpress.com
Salam,
Saya sangat yakin seyakin yakinnya bahwa hampir tidak ada sekolahan yang tidak punya tim sukses saat UN. Khususnya, yang saya ketahui sendiri adalah di kab Lamongan Jatim. Hampir semua sekolah punya tim itu. Dan hal ini sudah diketahui oleh pihak diknas kabupaten. Artinya ini rahasia umum yang saling menjaga agar tetap berjalan kecurangan ini.
Praktek praktek buruk, curang, jelek, bohong ini anak anakpun tau. Yang patut kita prihatin adalah bagaimana otak dan pikiran anak anak didik kita jika ini terus berlangsung ke depan ? Bukankah ini sebuah keniscayaan untuk di hentikan ?
Makanya tolak UN. Mari kita cari format lain UN. Tentunya format ini yang mengajarkan kejujuran, keterbukaan dan kaidah kaidah pendidikan yang mulia ini.
Salam
Gus Naim
Sebenarnya sistem yang diterapkan sangat baik. Artinya kita bisa mengetahui sampai dimana mutu pendidikan kita. Sayangnya, hal ini tidak dilakukan dengan baik oleh yang melakukan sistem. Tidak hanya pendidikan, Anda bisa melihat semua sistem yang ada di Indonesia apakah dilakukan sebagaimana mestinya??.
Tidak usah bicara Lamongan yang curang dalam UN, hampir di seluruh negeri ini yang katanya mayoritas Muslim masih malu kepada sesama manusia. Mereka tidak malu atau takut kepada Yang Memberi Amanah: Allah.
Yang perlu diketahui lagi, sekarang ini bukan hanya tim sukses di masing-masing sekolah, tapi sudah sistematis…. sangat-sangat sistematis.
metodenya : Kepala2 Sekolah dikumpulkan kemudian diberikan pengarahan agar masing-masing sekolah mengirimkan pengawas yang lunak dan membiarkan siswa saling contek.
Yang sangat menjijikan adalah pengawas independen… Mereka yang notabene dibayar untuk mengawasi kecurangan yang terjadi malah santai berada di ruangan lain menunggu waktu ujian selesai. Andaikata jalan-jalan, itu hanya buat formalitas dan melancarkan peredaran darah karena terlalu banyak duduk.
Hal ini memang tidak semua dilakukan semua sekolah. Cuma kalau diprosentasi antara hasil UN Jujur dengan UN Curang adalah 85:15 %. Hebatnya lagi, pemerintah menaikkan gaji dan sertifikasi untuk para pahlawan-pahlawan curang itu.
Trisanti yang terhormat.
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, tolong dipelajari dan dibuktikan dengan data dan fakta yang akurat……….
Saya juga seoarang guru….
tetapi saya tidak melakukan yang seperti itu…..
Yang harus kita perhatikan adalah.kita mendidik siswa, anak bangsa, kita lakukan dengan sebaik baiknya, kita melaksanan tugas mengajar adalah sebuah pengapdian, sebuah ibadah, jadi apabila itu pengabdian dan ibadah lakukanlah segala sesuatu itu seperti untuk Allah bukan untuk manusia,,,,,,,,
Mari kita laksanakan tugas ini dengan baik dan jangan dinodai dengan perbuatan yang tercemar…….. maaf ini himbauan saja…….
yupz kayaknya mang begitu kondisi mental bangsa kita, masih suka merekayasa agar kelihatan baik meski tau qualitasnya ga baik,
jangan hanya UN tapi sertifikasi guru yg konon tujuannya mencari guru yg layak jd guru jg banyak terjadi rekayasa yg ga pantas dilakukan oleh guru, lha gurunya saja seperti itu ntar kan murid2nya jd lebih parah, truz menjadikan mental2 generasi mendatang yg hobi merekayasa dan ABS
yupz kayaknya mang begitu kondisi mental bangsa kita, masih suka merekayasa agar kelihatan baik meski tau qualitasnya ga baik,
jangan hanya UN tapi sertifikasi guru yg konon tujuannya mencari guru yg layak jd guru jg banyak terjadi rekayasa yg ga pantas dilakukan oleh guru, lha gurunya saja seperti itu ntar kan murid2nya jd lebih parah, truz menjadikan mental2 generasi mendatang yg hobi merekayasa dan ABS
yupz kayaknya mang begitu kondisi mental bangsa kita, masih suka merekayasa agar kelihatan baik meski tau qualitasnya ga baik,
jangan hanya UN tapi sertifikasi guru yg konon tujuannya mencari guru yg layak jd guru jg banyak terjadi rekayasa yg ga pantas dilakukan oleh guru, lha gurunya saja seperti itu ntar kan murid2nya jd lebih parah, truz menjadikan mental2 generasi mendatang yg hobi merekayasa dan ABS
Farid bj
-
Terkini
-
Tautan